Mengapa Sprei kami dari bahan panca Agung

Saat ini sprei yang beredar didominasi oleh bahan CVC atau Cotton viscose. Banyak pabrikan bahan sprei yang memproduksi bahan cvc mulai dari panca agung, bintang agung, batam tex, global tex, indo global dan berbagai macam pabrik. Semuanya tentu mengklaim bahwa product mereka yang terbaik, dan seperti judul diatas mengapa kami hanya memproduksi sprei dari bahan cvc pabrikan panca agung yaitu :

1. Kualitasnya tinggi dengan komposisi katun yang dominan sehingga sprei terasa dingin, lembut dan tidak panas. Memang ada beberapa pabrikan yang productnya lebih bagus dari panca agung, tetapi bedasarkan pengalaman kami kualitasnya tidak terlalu beda jauh .

2. Harga yang kompetitif, maksudnya dengan harga yang sedang / tidak terlalu tinggi kita sudah bisa mendapatkan sprei berkualitas.

3. Tidak luntur / tidak berbulu, sebelum menjadi pedagang kami adalah pengguna sprei jenis ini dan sampai sekarang warnanya tidak banyak berubah walaupun sudah kami cuci puluhan kali.

Selanjutnya .. silahkan anda pilih sendiri motifnya ..

 

Tags: , ,

Read Users' Comments ( 0 )

Mengapa Kami jual sprei online

Jika awalnya kami mencoba sprei secara konveksional atau offline maka kami coba coba ke online . Alhamdulillah ternyata berkembang dan ketika ada masa surutnya yaitu setelah lebaran sekitar tahun 2009, kami yang bingung karena order dari online benar benar sepi, akhirnya memutuskan untuk kembali lagi menekuni penjualan sprei offline dengan membuka kios di pusat grosir tanah abang.

Awalnya cukup menyenangkan karena penjualannya cukup bagus dan bisa menaikan omset penjualan yang sedang lesu. Tetapi masalah baru muncul yaitu karena lokasi yang kami ambil tidak terlalu ramai jadi banyak tetangga kios yang packing atau istilahnya nge-bal di kanan kiri, akibatnya pengunjung semakin enggan lewat didepan kios kami. Belum lagi jika karyawan kami telat datang maka tetangga toko langsung memajang dagangannya didepan kios kami yang tutup sehingga logo dan banner kami tertutup oleh dagangan mereka.

Alhamdulillahnya penjualan online kami mulai meningkat lagi 3 bulan setelah lebaran. Alih alih mau meningkatkan penjualan, kios di tanah abang malah menjadi beban karena banyak kebijakan pengelola pasar grosir yang tidak pro pada pedagang. Misalnya service charge yang naik hampir 100% sehingga untuk kios mini kami saja 2×2.25 m sekitar 600rb.

Penjualan semakin lesu dengan dibukanya Blok B dan jalanan yang semakin macet dan parkir yang sangat sempit. Akhir kata kami harus kembali lagi ke showroom di pd ranji, kita pindah ke tempat yang lebih cozy dan luas, hampir 4x tempat yang lama.

Begitulah cerita kami, sekedar brainstroming saja, Dua kali kami coba buka kios di tempat tempat yang menurut kami strategis yaitu pasar cipadu pusat sprei dan pasar tanah abang blok A lantai B1 pusat textile dan sprei dan kedua duanya harus kandas. Jadi tidak selamanya berdagang di pusat grosir itu menyenangkan karena dari 12 bulan kami berjualan mungkin hanya 3 bulan senangnya, selebihnya pahit pahit getir hehehe , Mungkin memang takdir kami menjadi pedagang online ya :) Tetap semangat

Tags: ,

Read Users' Comments ( 0 )

Sprei Batik

Klo bicara sprei awal tahun awal 1980 , jarang sekali kita temukan sprei motif dengan bahan katun/ cvc, Jadi boleh kita bilang sejarah sprei di indonesia dimulai dengan era sprei batik. awalnya hanya alas tempat tidur atau biasa disebut alas sare saja, bentuknya flat. Kebetulan saya memiliki seorang kakek pedagang batik mulai dari baju batik, celana batik, jarik / selendang batik dan sprei batik. Mulai awal 90-an kita mulai dikenalkan dengan sprei sprei bermotif, itu pun masih bertema batik. Dan awal tahun 2000 baru mulai banyak masuk sprei sprei import yang akhirnya menginspirasi produsen bahan kain sprei untuk menirunya sehingga motif motif sprei sekarang lebih bervariasi .

Secara bahan mungkin pembaca mengalami sendiri bahwa sprei batik lebih nyaman digunakan karena dingin. Semakin sering dicuci maka bahannya semakin enak dan dingin walaupun warnanya semakin belel (pudar). Awal berdagang sprei, kami mencoba ambil sprei dari supplier di solo dan kita jualan offline, ternyata responsenya kurang bagus karena pelanggan lebih menyukai sprei cvc dari panca agung, sehingga akhirnya kita tidak berjualan lagi sprei batik.

Mungkin kami akan mencoba lagi berjualan sprei batik jika sudah mendapatkan pabrik kain batik yang memiliki lebar 240 karena tempo hari waktu kita cari lebarnya hanya 150 sehingga butuh banyak sambungan untuk membuat sprei yang membuat sprei terlihat kurang bagus. Doakan saja tahun ini kami bisa mengimplementasikan rencana kami untuk memproduksi sendiri sprei batik ..

 

Tags: ,

Read Users' Comments ( 0 )

Balmut dan Gulmut

Ada yang lagi Ngetrend, namanya BALMUT dan GULMUT.  Bed Cover single yang terbuat dari bahan sprei dapat dimodifikasi lipat menjadi bentuk bantal dan bentuk guling. Berisi silikon padat dari Hilon menjadikan Balmut dan Gulmut ini Sangat manis dan praktis untuk dibawa travelling

Silahkan tentukan sendiri motif yang anda inginkan sesuai dengan motif motif pada sprei.

Silahkan download katalog Balmut – Gulmut disini . . .

Tags: , ,

Read Users' Comments ( 0 )

Ciri ciri sprei berkualitas

Dulu kami belajar bahan sprei ini secara otodidak, banyak pengalaman tertipu bahan sprei yang kurang bagus dan akibatnya kena claim. Sekedar sharing saja kira kira bahan sprei yang bagus mempunyai ciri-ciri:

1. Lembut waktu diraba / diletakan dipunggung lengan, jadi waktu memegang bahan sprei jangan hanya remas remas dgn ujung jadi tapi langsung diraba penuh atau diletakan dipunggung lengan.

2. Licin, itu artinya mengandung satin utk sprei bagus dan bisa juga itu sprei jelek, bedanya jika satin itu licin dingin dan sprei yang kurang bagus terasa panas karena didominasi poly.

3. Ambil benangnya dan dibakar dgn api dari bawah keatas, jika api merambat naik perlahan berarti itu bahan bagus krn mengandung banyak katun sedang jika naik dengan cepat itu lebih banyak poly.

4. Terawang bahannya kearas sinar, jika sangat menerawang maka dipastikan itu kerapatan benangnya rendah, semakin tinggi kerapatan benangnya tentu semakin solid bahannya jadi sulit ditembus cahaya.

5. Untuk warna luntur atau tidak, cukup kucek bahannya dengan ujung jari anda, jika meninggalkan bekas pewarna bisa dipastikan akan luntur jika dicuci, atau minta sample dan langsung anda rendam dengan detergen. Bahan sprei yang kurang bagus semakin direndam maka semakin habis warnanya. Tetapi pengaruh warna yang solid seperti merah atau hitam juga membuat sprei tampak tebal dan biasanya ada lunturan warna pada cucian pertama.

6. Yang terakhir tentu harganya :) , semakin tinggi harganya maka hampir bisa dipastikan semakin bagus bahannya, jika anda menemukan sprei dengan harga murah sekali dan diklaim sebagai bahan bagus tentunya tidak lebih dari jual kecap yang pasti nomor satu :)

Selamat berbelanja  ya, semoga sedikit panduan dari kami dapat membantu anda.

Tags:

Read Users' Comments ( 0 )

Aneka Sprei

Menurut pengamatan kami, saat ini semakin banyak beredar aneka sprei dengan harga yang beragam mulai dari 35rb utk ukuran 180 hingga harga jutaan rupiah. Tentunya sebagai salah satu produsen sprei yang bisa menghitung biaya ongkos produksi, kami sempat terheran heran koq bisa ya memproduksi sprei dengan harga sangat rendah.

Bayangkan saja utk sprei ukuran 180 dengan harga permeter 25rb dan dengan pemakaian bahan 3.75 m maka biaya bahan bakunya sudah hampir 100 rb belum ditambah ongkos jahit. Jika sprei jadi hanya 35.000 maka harga bahan sekitar 7rb/m dan ongkos jahit sekitar  2.000 perak / sprei.

Maka biasanya sprei jenis ini sudah dipacking rapi dengan kotak dan tidak boleh dibuka utk cek bahan karena sekali buka maka penjualnya akan kesulitan utk memasukan kedalam kotaknya.

Ada juga penjual sprei dengan packing plastik tebal yang dibrand dan juga dengan plastik tipis, nah biasanya pedagang sprei jenis ini memproduksi sendiri spreinya dengan kapasatitas terbatas atau home industry.

Nah sekarang silahkan tentukan sendiri pilihan anda ..

Tags: ,

Read Users' Comments ( 0 )

 Page 3 of 3 « 1  2  3